Budidaya Singkong

    Cara budidaya singkong terbilang mudah jika mengikuti setiap tahapan pada panduan dengan baik dan benar agar berbuah banyak. Untuk lebih jelasnya, kamu perlu mengikuti langkah demi langkah dalam rangkaian cara menanam singkong pada penjabaran di bawah ini.

    Tahapan pertama dalam rangkaian cara menanam singkong adalah menyiapkan lahan. Lahan untuk budidaya singkong sebaiknya memenuhi syarat tumbuh tanaman ini. Berikut ini ciri-ciri jenis tanah yang baik untuk menanam singkong dengan hasil maksimal.

    • Tanah memiliki kandungan organik dan unsur hara yang tinggi
    • Tanahnya gembur, subur, tidak terlalu liat dan berpasir
    • Keasaman atau pH tanah kisaran 5,5 hingga 6,5
    • Lahan terkena paparan sinar matahari yang cukup sepanjang hari
    • Berlokasi dengan curah hujan kisaran 1500 hingga 2500 mm/tahun
    • Suhu udara sekitar lokasi berkisar 10̊ Celcius
    • Kelembaban tanah mencapai 60 hingga 65%
    • Berada pada ketinggian 10 hingga 700 meter di atas permukaan laut

    Setelah mengetahui jenis tanah yang bagus untuk budidaya singkong, kamu bisa langsung menyiapkan lahannya. Lahan yang baik perlu disiapkan dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

    • Membersihkan Tanah

    Permukaan tanah yang akan ditanami singkong perlu dibersihkan terlebih dahulu dari sisa tanaman, rerumputan, gulma, dan hama. Pembersihan ini bertujuan agar tanah terbebas dari faktor-faktor penghambat tumbuh kembang singkong.

    • Memberi Campuran Kapur

    Jika permukaan tanah sudah terlihat bersih, kamu perlu menambahkan 5 kantong kapur pertanian. Tanah dicampur dengan kapur pertanian bertujuan agar kondisinya lebih sehat dan gembur.

    Tahapan ini diperlukan untuk menaikkan keasaman tanah agar singkong tumbuh subur. Pengapuran perlu dilakukan dalam rentang waktu 2 hingga 3 bulan sebelum proses penanaman.

    • Memilih Waktu yang Tepat

    Sambil menunggu proses pengapuran selesai, kamu bisa menentukan waktu yang tepat untuk proses penanaman singkong. Sebaiknya singkong ditanam pada musim kemarau yakni di antara bulan April hingga Oktober.

    Kamu perlu menghindari musim hujan agar singkong tidak cepat rapuh. Hujan yang terus menerus tidak berdampak baik pada singkong. Stek batang singkong cepat terlepas dari tanah jika terkena guyuran hujan berkepanjangan.

    Selain itu, keadaan tanah yang becek atau berair juga berpengaruh buruk pada tanaman singkong. Hal tersebut akan menyebabkan kerusakan pada struktur tanah, sehingga mengganggu pertumbuhan singkong.

    • Membajak Tanah

    Tanah perlu dibajak dengan cara dicangkul sebanyak 1 hingga 2 kali sebelum proses penanaman. Tanah sebaiknya dicangkul sedalam 20 centimeter, lalu diratakan. Setelah itu, kamu perlu membuat bedengan untuk menanam singkong.

    Selanjutnya, kamu perlu membuat pagar untuk memisahkan lahan dengan bagian luar. Tepi lahan harus dipisah sejauh 1 meter dengan ketinggian pagar kisaran 25 hingga 40 centimeter.

    Pinggiran lahan juga perlu dibajak untuk dijadikan sebagai tempat pembuangan air. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya penggenangan air pada lahan. Lahan yang dipenuhi genangan air akan merusak tanaman singkong.

    • Membuat Lubang Tanam

    Setelah itu, kamu perlu membuat lubang tanam pada lahan yang tersedia. Lubang tanam dibuat dengan cara mencangkul tanah dengan kedalaman yang cukup. Kedalaman tanah yang dicangkul sebaiknya sedalam 5 hingga 10 centimeter.

    Lubang tanam perlu dibuat untuk menentukan penempatan setiap batang singkong. Setiap stek batang singkong perlu diberi jarak tanam 1 m x 1 m. Ukuran tersebut biasanya berlaku untuk batang singkong berjumlah 60 ikat.

    • Menaburkan Herbisida

    Obat tanaman juga perlu diberikan sebelum penanaman, salah satunya yakni herbisida. Kamu perlu menambahkan herbisida agar tanaman singkong terhindar dari gulma. Herbisida sebaiknya ditaburkan pada lahan setelah 3 hari proses penanaman. Menanam singkong bisa dilakukan dimana saja, baik di pekarangan rumah maupun ladang khusus. Namun jika tidak memiliki lahan yang luas, kamu bisa memanfaatkan karung sebagai media tanam.

    Setelah lahan siap, kamu perlu menyiapkan bibit singkong terbaik untuk ditanam. Bibit singkong yang baik kualitasnya sangat berguna agar berbuah banyak dan besar. Kamu perlu memilih bibit berkualitas sesuai dengan yang dijabarkan pada ciri-ciri di bawah ini.

    • Berasal dari indukan yang cukup tua yakni sekitar usia 10 hingga 12 bulan
    • Kondisinya sehat, kuat, dan pertumbuhannya normal
    • Memiliki batang besar dengan mata tunas rapat
    • Batangnya berkayu dengan diameter kisaran 2,5 centimeter
    • Tidak ditemukan pertumbuhan tunas baru

    Jika sudah memahami ciri-ciri singkong berkualitas, kamu bisa langsung menyiapkan bibit untuk ditanam. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk menyiapkan bibit singkong.

    • Memilih batang singkong bagian bawah hingga tengah untuk stek
    • Memotong batang untuk stek dengan ukuran 20 hingga 30 centimeter
    • Mengikatnya dengan aturan setiap ikatan berisi 25 hingga 30 batang stek
    • Membawa ikatan sesuai kebutuhan ke tempat penanaman

    Tahapan penanaman perlu dilakukan dengan teliti dan tekun agar hasil tanaman tidak mengecewakan. Kamu bisa menjalankan langkah-langkah proses penanaman pada uraian di bawah ini.

    • Menyayat Batang Stek

    Batang stek singkong perlu disayat terlebih dahulu sebelum ditanam ke dalam tanah. Penyayatan batang stek ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan akar. Kamu perlu melakukan sayatan pada batang stek sebanyak 3 bacokan.

    • Memasukkan Batang Stek

    Batang stek yang sudah siap tanam bisa langsung dimasukkan ke dalam lubang tanam sedalam 5 centimeter. Kamu perlu menanam setiap batang stek singkong pada 2 sisi tepi gundukan. Sehingga, satu gundukan diisi oleh 2 baris batang stek.

    • Mengatur Jarak Tanam

    Selanjutnya, kamu perlu mengatur jarak tanam dengan agar singkong tidak saling melilit satu sama lain ketika berbuah. Jarak tanam antar batang stek yang tepat biasanya berkisar 125 centimeter.

    Pola tanaman sebaiknya berbentuk silang agar pertumbuhan singkong bisa lebih cepat. Tak hanya itu, pola tanam silang juga memungkinkan akses sinar matahari mudah menerpa singkong. Pola tanam yang satu ini juga berfungsi untuk menjaga lubang tanam.

    © 2014 Annisa Rahmah. All Rights Reserved.

    Please publish modules in offcanvas position.