Penyakit yang Memerlukan Antibiotik

    Tidak semua kondisi penyakit memerlukan antibiotik. Namun, beberapa penyakit ini membutuhkan antibiotik untuk mempercepat kesembuhannya, misalnya: 

    Infeksi Sinus

    Infeksi sinus adalah penyakit yang paling banyak diresepkan antibiotik oleh petugas kesehatan. Sebagian besar infeksi sinus dalam satu hingga dua minggu. Selain itu, infeksi sinus disebabkan oleh bakteri atau virus, dan hanya infeksi sinus akibat bakteri yang harus diobati dengan antibiotik. Agak sulit untuk menguji bakteri pada sinus, jadi rekomendasinya adalah menunggu dan mengobati infeksi dengan antibiotik jika gejala-gejala muncul dan bertahan selama lebih dari sepuluh hari.

    Infeksi Saluran Kemih 

    Penyakit ini wajib hukumnya diobati dengan antibiotik, karena kebanyakan kasus disebabkan oleh bakteri. ISK dapat memengaruhi bagian mana pun dari saluran kemih, seperti kandung kemih atau bahkan ginjal dan menyebabkan gejala seperti nyeri panggul dan sering ingin buang air kecil.

    Infeksi kandung kemih biasanya tidak seserius infeksi ginjal, tetapi infeksi kandung kemih yang tidak diobati dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan rasa sakit yang hebat dan kerusakan ginjal. Antibiotik umum yang diresepkan dokter untuk ISK adalah bactrim, nitrofurantoin, dan ciprofloxacin.

    Radang Tenggorokan dan Radang Amandel

    Peradangan tenggorokan atau amandel menyebabkan rasa sakit dan nyeri, dan kamu mungkin perlu antibiotik untuk mengobatinya. Jika sakit tenggorokan disebabkan oleh virus (seperti flu), maka kamu tidak akan memerlukan antibiotik. Namun, ketika hal ini disebabkan oleh bakteri, seperti pada radang tenggorokan (atau radang tenggorokan streptokokus) dan tonsilitis bakteri, kamu akan sangat memerlukannya. Untuk radang tenggorokan, dokter dapat meresepkan antibiotik seperti penisilin, amoksisilin, atau eritromisin. 

    Infeksi Telinga

    Infeksi telinga sebagian besar memengaruhi anak-anak dan dapat menyebabkan gejala seperti nyeri, sulit mendengar, dan drainase cairan disebabkan oleh peradangan dan penumpukan cairan di telinga tengah. Namun, terkadang gejala-gejala ini dapat terjadi bahkan tanpa infeksi. CDC merekomendasikan bahwa hanya infeksi telinga tengah yang diobati dengan antibiotik.

    Untuk infeksi telinga, dokter anak dapat meresepkan antibiotik atau merekomendasikan pendekatan "wait and watch", yaitu ketika kamu perlu menunggu 48 hingga 72 jam untuk melihat apakah gejalanya hilang atau tidak. Jika tidak hilang, mungkin antibiotik diperlukan. 

    Infeksi telinga paling sering diobati dengan amoksisilin atau amoksisilin/kalium klavulanat (augmentin). Anak-anak kecil kadang-kadang dapat mengalami beberapa infeksi telinga dalam setahun, tetapi jika antibiotik yang sama digunakan setiap kali, mereka mungkin tidak bekerja dengan baik untuk infeksi selanjutnya. Untuk membantu mencegah resistensi antibiotik, dokter sering bergantian antara meresepkan amoksisilin dan amoksisilin / kalium klavulanat.

    Pneumonia

    Pneumonia adalah infeksi virus atau bakteri di mana kantung udara di paru-paru meradang dan dipenuhi cairan. Ini bisa sangat serius pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti bayi atau anak kecil, manulam atau mereka yang sedang sakit. Pneumonia dapat terjadi dengan sendirinya atau sebagai komplikasi dari infeksi lain seperti flu.

    Karena pneumonia dapat mematikan, semua kasus pneumonia bakteri harus diobati dengan antibiotik segera setelah mereka didiagnosis. Perawatan yang tepat akan tergantung pada bagian infeksi itu mungkin terjadi. Pengidap pneumonia kemungkinan menerima beberapa antibiotik. Pengobatan pneumonia yang mungkin dilakukan dengan pemberian antibiotik oral seperti azithromycin, doxycycline dan/atau levofloxacin. Antibiotik IV (intravena) seperti vankomisin, zosyn (piperacillin-tazobactam), dan levofloxacin. 

    © 2014 Annisa Rahmah. All Rights Reserved.

    Please publish modules in offcanvas position.