7 Tanda Terinfeksi Covid-19 yang Sering tak Disadari

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Covid-19 adalah penyakit yang virusnya bisa menyasar saluran pernapasan. Namun, tidak ada cara untuk mengetahui 100 persen tertular atau tidak, karena adanya kasus tanpa gejala yang sering tak disadari. Tetapi para ahli mengatakan beberapa tanda bisa menjadi petunjuk bahwa Anda mungkin sudah terjangkit Covid- 19. Dilansir dari Good House Keeping, berikut ini tujuh yang perlu diketahui, tanda tertular virus tersebut.


    1. Flu berat
    Mungkin sulit untuk membedakan flu biasa dan gejala Covid-19 tanpa tes. Tetapi, flu biasanya tidak menyebabkan sesak napas, sakit kepala parah, atau gejala gastrointestinal.

    Berikut daftar lengkap gejala resmi CDC:
    - Demam atau kedinginan
    - Batuk
    - Sesak napas atau kesulitan bernapas
    - Kelelahan Nyeri 
    - otot atau tubuh
    - Sakit kepala
    - Kehilangan rasa atau bau baru
    - Sakit tenggorokan
    - Hidung tersumbat atau meler
    - Mual atau muntah
    - Diare

    2. Hilang Indra Pengecap dan Penciuman
    Hilangnya bau dan rasa telah menjadi ciri utama Covid-19. Meskipun gejala ini tidak terjadi pada semua orang.

    Data awal dari American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery (AAO-HNS) menemukan, pada pasien Covid-19 yang kehilangan indra penciuman. Lalu 27 persen merasa lebih baik dalam waktu sekitar tujuh hari, sementara sebagian besar membaik dalam waktu 10 hari.

    Namun perlu diperhatikan, hal ini juga mungkin terjadi untuk sementara waktu di mana kehilangan indra penciuman karena kondisi lainnya, seperti pilek, flu, infeksi sinus, atau bahkan dengan alergi musiman.

    3. Rambut Rontok yang tak Dapat Dijelaskan
    Ini belum banyak dipelajari dalam konteks Covid-19. Namun banyak orang yang telah pulih dari virus tersebut melaporkan masalah rambut rontok.

    Salah satunya adalah aktris Alyssa Milano yang tertular Covid-19. Lewat salah satu video di akun Instagramnya, terlihat gumpalan rambut saat ia menyisir setelah mandi.

    Hal serupa juga diungkapkan anggota kelompok korban Covid-19 di Facebook. Mereka mengalami rambut rontok setelah berbulan-bulan dari virus.

    Namun, hal tersebut bisa juga terjadi karena kondisi yang dikenal sebagai Efluelium Telogen. Dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk kehamilan, stres, penurunan berat badan, dan penyakit selain Covid-19.

    4. Merasa tidak Enak Bernafas
    Jurnal yang diterbitkan JAMA menemukan, orang yang terinfeksi Covid-19 mengalami sesak nafas. Namun belum diketahui secara pasti kapan hal tersebut berlangsung.

    Hal itu kemungkinan akibat peradangan yang berlimpah di paru-paru. Namun hal itu tidak hanya disebabkan oleh Covid-19, karena mungkin saja sesak nafas terjadi karena penyakit sebelumnya.

    5. Batuk yang tak Hilang
    Batuk merupakan salah satu gejala yang ditunjukkan dari orang-orang yang berpartisipasi dalam studi JAMA. Sering terjadi batuk kering, tanpa dahak.

    Data dari CDC menemukan bahwa 43 persen pasien Covid-19 mengalami batuk 14 sampai 21 hari setelah dinyatakan positif.

    6. Sangat Lelah
    Ini merupakan gejala yang paling terasa dari pasien Covid-19. Menurut studi JAMA, 53 persen pasien mengaku sangat lelah selama 60 hari pascadinyatakan positif.

    Tetapi sekali lagi perlu diingat, kelelahan bukan hanya disebabkan oleh Covid-19. Bisa saja seseorang sangat lelah karena masalah kesehatan yang lain.

    7. Memiliki gejala tidak biasa yang tampaknya berlangsung selamanya.

    Para ahli menekankan bahwa Covid-19 merupakan virus baru, sehingga para dokter dan ilmuwan terus mempelajarinya lebih lanjut. Penelitian tentang efek panjang virus masih terus dilakukan dan saat ini sulit bagi dokter untuk mengatakan bahwa ada gejala tertentu dapat berarti terkena infeksi Covid-19.

    Perlu disebutkan bahwa beberapa orang pernah mengalami masalah jantung setelah tertular virus. Berdasarkan studi terhadap 100 orang yang pulih dari Covid-19, JAMA Cardiology melakukan MRI pada mantan pasien dan menemukan bahwa 78 persen pasien memiliki semacam gangguan jantung abnormal.

    Terlepas dari kondisi yang sudah ada sebelumnya. Ini juga tampaknya tidak terkait dengan tingkat keparahan penyakit yang para peneliti temukan. Karena itu bisa muncul dalam berbagai gejala, termasuk jantung berdebar-debar secara acak.

    © 2014 Annisa Rahmah. All Rights Reserved.

    Please publish modules in offcanvas position.