Proses Pengurusan Tanah Girik di Kantor Pertanahan

Berikut ini adalah sejumlah langkah yang mesti dilaksanakan untuk mengurus tanah girik menjadi sertifikat di kantor pertanahan. 

A. Mengajukan Permohonan Berkas 

Pemohon mengajukan permohonan berkas di loket penerimaan kantor pertanahan dengan melampirkan sejumlah dokumen yaitu

1. Asli girik atau fotokopi letter C

2. Asli surat keterangan riwayat tanah

3. Asli surat keterangan tidak sengketa

4. Asli surat pernyataan penguasaan tanah secara sporadik

5. Bukti-bukti peralihan (jika ada) tidak terputus sampai pemohon sekarang

6. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) pemohon

7. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) tahun berjalan dan bukti pembayarannya

8. Surat kuasa jika pengurusan dikuasakan

9. Surat pernyataan sudah memasang tanda batas

10. Dokumen-dokumen lain yang disyaratkan oleh undang-undang

B. Pengukuran Tanah 

Petugas dari kantor pertanahan melakukan pengukuran tanah berdasarkan batas yang diajukan oleh pemohon. 

C. Penerbitan Surat Ukur dan Penelitian 

Hasil pengukuran tanah akan dicetak dan dipetakan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan juga disahkan oleh pejabat yang berwenang. 

Setelah itu, ada proses lanjutan yaitu penilaian oleh petugas BPN dan juga lurah atau kepala desa setempat. 

D. Pengumuman Data Yuridis 

Tahap selanjutnya adalah pengumuman data yuridis hak tanah di kantor kelurahan dan BPN selama enam puluh hari. 

Hal ini dilakukan untuk menjamin kalau permohonan hak tanah ini tidak menghadapi keberatan dari pihak lain.

E. Penerbitan Tentang Pemberian Hak Atas Tanah 

Selanjutnya, kepala kantor pertanahan menerbitkan surat keputusan mengenai pemberian hak atas tanah. 

F. Pembayaran BPHTB

Pemohon wajib membayarkan Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB) untuk setiap perolehan hak atas tanah. 

G. Pendaftaran Penerbitan Sertifikat 

Hal ini menjadi langkah terakhir dalam permohonan tanah girik menjadi sertifikat hak milik atau SHM. 

Setelah itu, sertifikat telah selesai dan ditandatangani oleh pejabat yang berwenang. Pemohon bisa mendapatkan sertifikat. Lama pengurusan sertifikat ini tidak dapat dipastikan, namun bisa memakan waktu sekitar enam bulan. Untuk biaya pengurusan tergantung dari lokasi dan luas tanah. Jika tanah luas dan lokasi strategis, maka biaya semakin tinggi.


Print